NAHDLATUL WATHAN DAN BAI’AT: PENGIKAT EMOSIONAL DAN KETEGUHAN PRINSIP BER-NAHDLATUL WATHAN
- OLEH:
- SEKRETARIS JENDERAL PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN (H. Fahrurrozi Abu Raziqi. QH)
-
بسم الله وبحمده
والحمد لله والصلاة والسلام على رسوله
وآله وصحبه ومن تبعه الى يوم لقائه
Tulisan ini saya peruntukkan bagi Warga NW yang setia dan berbakti.
Urgensi Gramatika Bahasa Arab dalam Berdialektika dengan Kajian Turats Perspektif Maulanassyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid al-Anfanany al-Mashyur
- OLEH:
- SEKRETARIS JENDERAL PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN - DIREKTUR PASCA SARJANA UIN MATARAM (H. FAHRURROZI DAHLAN. QH)
-
Yaa Man Yaruumul Kitab: Urgensi Gramatika Bahasa Arab dalam Berdialektika dengan Kajian Turats Perspektif Maulanassyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid al-Anfanany al-Mashyur.
UNTAIAN KASIH SAYANG DAN RINTIHAN HATI MAULANA UNTUK RAJIN, MANUT, PATUH DAN TETAP SETIA MEMBELA AGAMA, NUSA DAN BANGSA MELALUI NW
- OLEH:
- SEKRETARIS JENDERAL PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN (H. FAHRURROZI DAHLAN. QH)
-
بسم الله وبحمده
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaraku Seiman- Seorganisasi di manapun berada.
Al-Faqier mengajak seluruh warga Nahdlatul Wathan dimana pun berada untuk kita resapi bersama lagu pacu GAMA'.
Lagu yang diawali dengan kata Pacu yang semakna dengan pasu, patuh, manut, taat, rajin, bakti. Yang semua makna pacu itu digandengkan dengan kata GAMA'.
Kata pengharapan tulus untuk terus pacu taat rajin dan terus semangat menjalani kehidupan beragama, bernegara, berbangsa dan berorganisasi.
GAMA' sebagai untaian kata-kata menekan agar tak boleh malas dan lalai. Lebih lanjut biar terkenang lagu itu, mari kita bersenandung:
PACU GAMA'
| Inaq Amaqku | Semeton Jaringku pade |
| Ibu bapakku | serta semua saudara |
| Ndeknarak ite | Gen kekel lek dunie |
| tiada kita | kan kekal di dunia |
| Dakakte sugih | Dakaqte bangse mulie |
| walaupun kaya | walaupun bangsawan mulia |
| Ndeknarak gune | Mun deq narak agame |
| tiada guna | bila tanpa agama |
| Pacu gama'ne | Ngaji sembahyang puase |
| rajinlah semua | ngaji sembahyang puasa |
| Mudahan gama' | Tepade tame syurge |
| semoga kita | bersama masuk syurga |
(Terjemahan ke bahasa Indonesia dapat dilagukan seperti lagu versi bahasa Sasak-terjemahan Majlis Alaufiya wal Uqola')
PROLOG
- Pacu Gama’ adalah seruan kasih sayang sang maha guru kepada para muridnya-seruan untuk rajin belajar, rajin ibadah, rajin berkarya.
- Pacu Gama’ panggilan kemuliaan untuk siapa saja yang ingin sukses dunia akhirat.
- Pacu Gama: Rajinlah adalah motivasi untuk meraih kesuksesan.
- Pacu gama' adalah ungkapan khas Maulanassyaikh kepada seluruh murid murid beliau yang selalu setia dalam perjuangan keilmuan sepanjang masa.
- Pacu gama’ bisa juga rintihan kasian kepada masyarakat yang tak mengindahkan ajaran agama sehingga harus terus diperingatkan untuk bisa merubah diri dan keluarganya menuju hal-hal yang positif.
A. HISTORISITAS LAGU PACU GAMA'
Lagu ini adalah yang ditulis oleh Maulanassyaikh sekitaran tahun 1970-an mengingat masyarakat Sasak memerlukan metode pengajian yang tidak saja dakwah bil lisan tapi perlu dengan sentuhan lagu-lagu yang berbahasa Sasak yang cepat ditangkap dan diterima oleh masyarakat.
Maulanassyaikh menggunakan media lagu untuk memberikan kesadaran kolektif masyarakat Sasak melalui lagu-lagu menyentuh qalbu sepergi lagu pacu gama'.
B. NILAI KEISLAMAN PADA LAGU PACU GAMA'
Endeknarak ite gen kekel lek dunie: Tiada kita yang akan abadi hidup di dunia, sebuah nasihat agama agar manusia sadar akan eksistensi dirinya bahwa tak ada artinya hidup diisi dengan urusan dunia semata tanpa diimbangi dengan kesadaran spritualitas dan etika moralitas dalam menyikapi kehidupan.
Pesan keislaman yang disebut oleh Maulanassyaikh adalah kehidupan ada batasnya, kekayaan ada batasnya, jabatan ada batasnya, maka insaflah untuk meraih kehidupan yang lebih bermakna, kehidupan yang kekal kelak di hari akhirat. Agar kita sadar untuk terus mengabdi, terus berbakti, dan terus menginspirasi semua orang.
Pacu Gama'ne ngaji sembayang puase!
Pesan keagamaan yang mendalam karena pesan fundamental agama:
Pertama: ngaji. Bahasa ngaji dalam tradisi Sasak ada dua makna: ngaji artinya baca al-Quran ngaji quran.
Pesan ngaji adalah pesan agar terus belajar dan mengkaji al-Quran mengingat anak masyarakat Sasak banyak yang lalai tidak bisa membaca al-Quran maka pesan pacu gama ngaji maknanya rajin terus mengajar anaknya baca al-Quran.
Kedua: Ngaji maknanya menghadiri pengajian.
Pacu ngaji terkandung maksud agar semua masyarakat untuk rajin hadir pengajian yang dilaksanakan oleh tokoh agama tokoh masyarakat.
Maulanassyaikh memberikan anjuran agar terus semangat pantang menyerah dalam menyebarkan kebaikan dan peradaban melalui pengajian.
Maka Pacu Gama Ngaji pesan verbalistik Maulanassyaikh untuk siapapun yang sayang akan kebaikan hakiki dari diri sendiri.
Ketiga: Sembahyang, adalah ungkapan yang masih tenar di kalangan masyarakat Sasak.
Ungkapan yang diadopsi dari tradisi hindu yang telah lama membudaya di kalangan muslim Sasak.
Meski demikian Maulanassyaikh masih menggunakan bahasa sembahyang karena masih melekat dalam benak masyarakat, namun demikian secara pelan-pelan Maulanassyaikh mengantikan dengan kata shalat sebagai bahasa Agama dan kemudian populer di kalangan santri maupun masyarakat Sasak.
Pesan Rajin Shalat adalah pesan agama yang paling banyak disebutkan oleh Allah dan Rasulnya sehingga para ulama pun terus menerus memberikan pesan keagamaan kepada semua orang termasuk oleh Maulanassyaikh.
Keempat: Puase- puasa pesan kebaikan untuk siapa saja yang menginginkan kemuliaan dari Allah swt.
Puasa adalah sesuatu yang paling berat untuk dilaksanakan oleh masyarakat Sasak mengingat masyarakat Sasak tidak kenal lelah dalam mencari Rizky di siang hari makanya agar tetap puasa meski dalam kondisi yang memungkinkan. Mudahan gama tetade tame syurge. Semoga kita semua dapat masuk syurga Allah swt.
Ajakan pesan mendalam untuk semua elemen masyarakat agar tetap rajin berusaha dalam menggapai ridha Allah Swt.
C. NILAI KEBANGSAAN PADA LAGU PACU GAMA'
Dakakte sugih Dakakte bangse mulie
Endeknarak gune mundek arak agame
Sugih: kaya dengan segala derivasinya menunjukkan bahwa harta benda duniawi sebanyak apapun tak berfungsi jika tidak dimanfaatkan secara optimal dan karena Allah swt.
Negara bangsa tentu akan maju dengan elemen pacu gama dan rajin ngaji sembahyang puase. Maka maualanasssyih memberikan pesan Doa agar masyarakat Lombok menjadi anak yang peka dengan kondisi zaman.
Bangse Mulie: ekspresi sesorang terkadang karena kebangsawanannya. Terkadang ikatan primordialisme yang berujung pada kemegahan bahkan kesombongan.
Maulanassyaikh memberikan penjelasan bahwa sukses selalu buat orang yang sehat jasmani dan rohaninya.
D. NILAI KEUMMATAN DALAM LAGU PACU GAMA'
Inak Amak semeton Jari: Nilai kearifan lokal Sasak yang tenar dengan panggilan Inak untuk ibu Sasak.
Amak untuk panggilan ayah masyarakat Sasak. Amak adalah panggilan khas masyarakat Sasak untuk ayah yang sudah punya istri.
Nilai Keummatan terdapat pada konteks masyarakat mau membaur dalam segala event organisasi yang tertuang dalam trilogi pergerakan yaitu pendidikan sosial dan dakwah NW.
EPILOG
- NW: Pacu Gama dalam mengabdi untuk nusa dan bangsa
- NW: Tak ada guna posisi jika tak ada pemahaman keagaman dengan jalan lurus.
- NW: Penganjur untuk berusaha menjadi enterprehensif.
- NW: Lembaga penggerak pendidikan sosial dan dakwah.
- NW: Laboratorium anak-anak untuk meraih legal keselamatan
- NW: Lembaga memberikan penjelasan tentang pentingnya kesetaraan antar seluruh elemen masyarakat.
- NW: Buah karya Keagungan Maulanassyaikh untuk seluruh warga dunia.
Amin ya robbal alamin.
والله اعلم بالصواب و إليه المرجع والمآب
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
SALAM TAKZIM
TABIK WALAR
ABU EL-ROZIQIENA.
Sumber: Fanspage PB. Nahdlatul Wathan
Download Lagu Perjuangan NW: PBNW
LAGU AHLAN BIWAFI ZAARIN KARYA MULIA MAULANASSYAIKH UNTUK MENGHARGAI TETAMU DALAM SEGALA RUANG DAN WAKTU
- OLEH:
- SEKRETARIS JENDERAL PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN (H. FAHRURROZI DAHLAN. QH)
-
BISMILLAHI WABIHAMDIH
WASSHOLATU WASSALAMU ALA RASULIH
WAALA AALIHI WASHOHBIH
WAMAN TABIAHU ILA LIQOI ROBBIH.
AMMA BA'DU.
Al-Faqier Ingin mengajak warga Nahdlatul Wathan (NW) dimana saja berada untuk mengenang kembali lagu karya Al-maghfurlah Maulanassyaikh yang sangat menginspirasi kita semua dalam tegak Teguh memperjuangkan NW yang diamanahkan oleh Maulana kepada kita sekalian Wahai Abituren NW.
Tak akan berpaling sedikit pun jika kita tetap tegak Teguh terhadap sumpah baiat dan janji setia kita sebagai Benihan NAHDLATUL WATHAN yang setia.
Kita tetap kompak utuh bersatu membela NW yang didirikan oleh Maulana sebagai organisasi yang dibentuk, direstui dan disahkan oleh negara dan beliau juga sebagai ketua Umum PB NW pertama saat NW didirikan tahun 1 Maret 1953 M.
Ayoo kita mengambil berkah dari karya beliau berupa senandung nasyid Ahlan Bi Wafdi Zaiirin.
Lagu penghormatan orang NW kepada tamu-tamu terhormat yang hadir ziarah dan berkunjung ke hadapan Maulanassyaikh terlebih saat hari ulang tahun NWDI. Hultah NBDI.
Ungkapan syair ini adalah ungkapan kemuliaan Hati penyusunnya untuk menyambut tamu mulia, sebab itulah indikator kesempurnaan iman seseorang manakala menghormati tamunya.
Mari kita mulai bersenandung lagu ini...
Kami tak pedulikan mau apapun yang dikatakan kepada NW dan pengikutnya. Kami tetap enjoy dan bergembira dengan senandung lagu ini..
Satu Dua Tiga....mulai!
اهلا بوفد زائرين
| اهلا بوفد زائرين | ليثلج الصدور |
| اهلا بكل القادم | كل لكم شكور |
| حين اضحى جمعنا | بالسرور والصفا |
| معلنا عطفا لنا | والوداد والوفا |
| قل ليحي فى هنا | زوارنا الكرام |
Selamat Datang Para Tetamu Mulia
Selamat datang para tamu
Sbagai penyejuk Kalbu
Slamat atas setiap kunjungan
Terima-kasih untuk kalian
Kini kita berjumpa
Bahagia tulus cinta
Sebagai ungkapan bahagia
Kasih bukti setia
Nyata sentosa di sini
Tamu nan terpuji.
(Dapat dinyanyikan seperti wazan nazam aslinya)
PROLOG
Ini adalah nasyid atau lagu berbahasa Arab yang disusun oleh Maulanassyaikh dalam situasi dan kondisi yang berbeda.
Nasyid bukan saja sebagai musiknya jiwa tapi nasyid sebagai media komunikasi harmoni antarsesama.
Nasyid ini esensinya di situ sebagai perekat kesejukan dan keademan seperti isi lagu ini, membuat laksana Es yang menyejukkan dahaga kehausan bagi setiap insan.
A. HISTORISITAS NASYID INI
Nasyid ini ada dua bagian yang dibaca serentak di saat tetamu datang ziarah di event-event besar NWDI-NBDI dan NW. Bagian pertama lagu ini adalah Ahlan bi wafdi zaairin Bagian kedua adalah tanawwara mahfaluna.
Lagu ahlan biwafdi zaiirin ditulis oleh Maulanassyaikh Pada era enam puluhan saat Orde Baru Berkuasa dan sering berkunjung ke Madrasah NW di Pancor Selong Lombok Timur.
Lagu ini sering dinyanyikan oleh thullab-tholibat MDQH angkatan ke 5,6,7,8 (Tahun 1978- 1982, 1985, 1988, 1993, 1996) yang saat itu tamu tamu Maulanassyaikh banyak berdatangan dari Makkah al-Mukarramah, semisal kunjungan Syaikh Zakaria Abdullah Bila, Syaikh Ismail Usman Zain, Syaikh Muhammad Yasin Isa al-Fadany, Syaikh Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Abbas Almaliki alhasani, Syaikh Madjid Said Mas'ud Salim Rahmatullah saat menjadi Mudir Madrasah al-Shaulatiyah ke-5, dan banyak lagi ulama-ulama timur tengah, ulama asia yang datang ziarah ke Maulanassyaikh.
Lagu ini adalah lagu khas yang dibaca oleh para santri dengan sambil berdiri menyambut kedatangan tamu, sampai tamu duduk rapi di posisi masing-masing, baru setelah duduk disambut lagi dengan melanjutkan lagu Tanawwara mahfaluna dengan versi BahasaArab dan relatif panjang 12 bait syair.
B. NILAI KEISLAMAN DALAM LAGU INI
Maulanassyaikh mengajarkan murid-muridnya dengan memberikan penghormatan kepada Tamu karena menghormati tamu adalah bagian dari ibadah sosial yang sangat besar faidahnya bahkan Nabi Muhammad saw menyebutkan
من كان يؤمن بالله ورسوله فليكرم ضيفه
Siapa saja yang beriman kepada Allah. Hendaklah menghormati tamunya.
Penghormatan kepada orang sangat dianjurkan oleh Agama sehingga begitu esensinya menghormati tamu, Maulanassyaikh membuat inovasi baru dalam menyambut tamu yang tak biasa dalam tradisi masyarakat Sasak saat itu.
C. NILAI KEBANGSAAN DARI LAGU AHLAN BI WAFDI
Dari konten lagu ini memberikan gambaran akan arti persatuan dan kesatuan dalam satu nafas perjuangan.
Tamu yang datang adalah tamu yang membawa kesejukan kedamaian keberkahan dan kemajuan. Maka tepat Maulanassyaikh mengatakan ليثلج الصدور
Menyejukkan hati karena keilmuannya, karena keshalehannya, juga karena peranan strategisnya sebagai penentu kebijakan kemashlahatan ummat.
Berikutnya Maulanassyaikh mengatakan Bahwa siapa saja yang datang dengan penuh kedamaian kami pasti mengucapkan terima kasih atas kunjungan kehormatan kepada kami para anak bangsa yang sedang membangun peradaban kemanusiaan melalui pendidikan, sosial dan dakwah islamiyah.
D. NILAI KEUMMATAN DALAM SYAIR INI
Maulanassyaikh memberikan informasi penting kepada tetamu yang datang bahwa agenda Keummatan sedang berlangsung terus menerus tak pernah terputus yang dilakoni dengan penuh suka cita meski banyak rintangan dalam perjuangan.
Perjuangan Ke-NW-an menjadi penanda akan pentingnya saling menghargai dan saling mengunjungi.
حين اضحى جمعنا
Jam'una adalah refleksi perjuangan kolektivitas perjuangan kebangsaan dan kebersamaan maka tak ada yang paling baik bagi kita selain memupuk rasa cinta mencintai rasa saling membutuhkan dan saling mengedepankan kepentingan umum.
Inilah resep Maulanasssyaih dalam merajut kebangsaan, keislaman dan keummatan.
EPILOG:
- NW: Inovatif terhadap konteks sosial
- NW: Berperan sebagai Liyustlijassudhur
- NW: Berperan sebagai Mu'linan ithofan
- NW: Penuh dengan al-widad dan al-wafa
- NW: Berkepastian menyebut tetamunya dengan Zuwaarunal kirom.
(Edisi 13 Ramadhan 1442 H. 25 April 2021 M. Nasihat Nahdhiyyat untuk warga NW semua tanpa kecuali).
Salam takzim
Tabik Walar
Abu El-roziqiena
Sumber: Abu El-roziqiena
Download Lagu Ahlan
EMPAT PRINSIPIL BENTENG KE-NW-AN
NW LOKOMOTIF PERJUANGAN KITA:(نهضة الوطن فينا)
NWDI: MEDIA DAN SARANA MENCAPAI ILMU PENGETAHUAN (ن و د ى للعلم)
NBDI: TANGGA MENUJU KEDAMAIAN (ن ب د ى للسلم)
NASIHAT INSPIRATIF DARI SANG MAULANA DALAM LAGU: YA ZAL JALAALI WAL IKRAM.
MENGGAPAI KEMULIAAN DAN KETINGGIAN ILMU PENGETAHUAN DAN PENGABDIAN KEIKHLASAN DI ORGANISASI NAHDLATUL WATHAN
- OLEH:
- SEKRETARIS JENDERAL PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN (H. FAHRURROZI DAHLAN. QH)
-
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله وبحمده
والصلاة والسلام على رسوله
وعلى آله وأصحابه
ومن تبعه الى يوم لقائه
اما بعد
Al-Faqier mencoba mengurai lagu karya Al-maghfurlah Maulanassyaikh yang sesungguhnya sangat berharga dan membahagiakan kita semua warga Nahdlatul Wathan di manapun berada.
Lagu ini berjudul Ya Man Yaruumul Ula: Duhai siapa saja yang menginginkan kemuliaan.
Lagu yang menginspirasi terbentuknya kader-kader pejuang NW yang selalu mencerdaskan dalam segala kapasitas yang dimilikinya.
Lagu panggilan kemuliaan yang sangat berharga dan mulia bagi seluruh Benihan NAHDLATUL WATHAN.
Panggilan keakraban yang sering digunakan oleh Maulana dalam memanggil murid-murid setia dan bakti taat terhadap khittah Organisasi NW.
Untuk itu, mari kita bersenandung lagu ini dengan penuh semangat dan optimisme dalam memperjuangkan NW dimana pun kita berdedikasi dan berkhidmat.
Ayo...satu ...dua....tiga....ibda'!!!!
يا من يروم العلا
يا من يروم العلا دنيا وفى آخرة
Wahai pengharap kemulian dunia akhirat
أطلب فنون العلوم فى مدى الزمن
Tuntutlah beragam ilmu di sepanjang saat
أطلب بجد ولا تكسل ولا تهن
Tuntut dengan kesungguhan janganlah bermalasan
إن العلوم تكون أحسن السفن
Sungguh ilmu itu sebaik pelayaran.
اخا العلا لا يتم العلم إلا إذا
Pemilik kemuliaan, ilmu tak tersempurnakan
طلبته مخلصا بنهضة الوطن
Kecuali menuntutnya ikhlas di Nahdlatul Wathan
فانها أقدم مدارس الوطن
Karena Nahdlatul Wathan madrasah yang terdepan
فيها الأساتذة الأكفا ذوو فطن
Guru-gurunya cermat pemilik kecerdasan.
فيها العلوم كذا مكارم الخلق
Diajarkan beragam ilmu keteladanan
وقد تخرج منها انجم الوطن
Lulusannya terbukti bak bintang bertaburan.
فيها الشريعة والحقيقة الحسنة
Diajarkan syariat, hakikat yang terpuji
فيها طريقتنا من أعظم المنن
Juga Thariqat kita karunia yang tertinggi
والنحو والصرف والفقه الأصول الفلك
Diajarkan Nahwu an sharef ushulul fiqih
مع البلاغة والتفسير والسنن
Falaq, balagah, tafsir, dan juga tentu sunnah
فيها اللغات مع الحساب والهندسة
Diajarkan Bahasa Ilmu Matematika
والجير والكيميا جغرافيا الوطن
Teknik, aljabar, Kimia, juga Geografinya
واعلم أخي أننا فى زمن الفتن
Ketahuilah Saudara, kita di zaman fitnah
حتى يروا حسنا ما ليس بالحسن
Hingga kebaikan tak lagi terlihat indah
والجهل فى الناس قد فشا وطم وعم
Bodoh dan pembodohan merata di negeri
حتى علا فوق زروة الجبل رنجانى
sehingga fitnahnya melewati puncak Rinjani
فكل من فسر القران مع جهله
Siapa tafsirkan Qur'an tanpa Nahwu sharefnya
بالنحو والصرف انه ابو الفتن
Ialah sesungguhnya bapak fitnah nan nyata
واتخذوا الرؤسا الجهال والفسفة
Dipilihnya pemimpin bodoh lagi pendosa
فنشروا فتنة الدجال فى المدن
Lantas fitnah Dajjal di seantero merata
فالله يعصمنا من شرهم أبدا
Allah menjaga kita dari keburukannya
والله يعلم المفسد من المحسن
Allah tahu perusak dan yang baik tingkahnya
فاطلب هداية مولانا العلى أبدا
Ikutilah petunjuk Maulanal Aly selamanya
وألزم قراءة حزب نهضة الوطن
Hizib Nahdlatul Wathan rajinlah membacanya.
(Terjemahan sesuai lagu dalan teks Arab (terjemah Majlis Alaufiya wal uqola')
PROLOG
Kata Kunci dari lagu ini adalah Menggapai kemuliaan, menggapai kesuksesan.
Tawaran praksis yang ditawarkan oleh Maulanassyaikh adalah kemuliaan dengan pendidikan.
Pendidikan yang kreatif dimulai dari nawaitu yang baik dan motivasi yang bijak.
Pendidikan integratif menjadi tawaran yang paling realistis untuk era globalisasi dan era millenial yang sudah sejak puluhan tahun telah dikonsep oleh Maulanassyaikh. Syair ini menjelaskan tentang kesemua itu.
A. HISTORISITAS NASYID YA MAN YARUUMUL ULA
Lagu ini sering disenandungkan oleh santri madrasah NWDI dan Santri madrasah NBDI dan Santri NW di setiap era dan episode pendidikan di NW. Lagu atau syair ini adalah syair - lagu yang paling panjang yang disusun oleh Maulanassyaikh.
Syair ini memberikan keterangan sejarah otentik madrasah NWDI dengan menyebutkan secara langsung oleh Maulanassyaikh sebagai madrasah paling dahulu didirikan dalam bentuk klasikal-modern.
Hal ini dinyatakan oleh Maulanassyaikh:
فإنها اقدم مدارس الوطن
Sesungguhnya Madrasah NWDI adalah madrasah yang paling dahulu di bumi tanah air Lombok ini. Syair ini bisa jadi ditulis oleh Maulanassyaikh di era-era tahun 1960-an.
Dimana Era-era tersebut Sasak Lombok sangat terbelakang dari berbagai dimensi. Terutama aspek pendidikan. Maka NW lahir dan muncul untuk memberikan peluang untuk anak anak Sasak dalam rangka meraih pendidikan.
B. NILAI KEISLAMAN DALAM NASYID YA MAN YARUMU:
Ada ungkapan Maulanassyaikh dalam syair ini:
Siapa saja yang menginginkan dunia dan akhirat:
يا من يروم العلا دنيا وفى آخرة اطلب فنون العلوم فى مدى الزمن
Ungkapan Funun al-ulum: memberikan penjelasan bahwa semua warga Islam harus dapat menguasai beragam ilmu pengetahuan baik pengetahuan agama maupun pengetahuan umum.
C. NILAI KEBANGSAAN DALAM NASYID YA MAN YARUUMUL ULA
Maulanassyaikh menjelaskan pentingnya integrasi keilmuan. Integrasi keilmuan yang dimaksud oleh Maulanassyaikh adalah menggabungkan sistem pendidikan yang tidak melulu mempelajari agama namun juga mempelajari hal-hal yang terkait kebangsaan dan kesejahteraan.
Maulanassyaikh menyebut ilmu agama semisal: Nahwu Sharef, balaghah, Fiqh, Ushul fiqh, Qur'an, Hadis, Maulanassyaikh menyebut ilmu-ilmu umum semisal: Bahasa, Sastra, Kimia, Geografi, Matematika, Arsitek, Aljabar, Dan lain-lain.
Ini menjelaskan bahwa Maulanassyaikh peka dengan realitas masyarakat Indonesia yang harus menguasai ilmu ilmu yanv terkait dengan kemajuan bangsa dan negara.
D. NILAI KEUMMATAN DALAM NASYID YA MAN YARUUMUL ULA
Maulanassyaikh menjelaskan tentang era zaman ini adalah zaman fitnah. Zaman banyak cobaan banyak rintangan kehidupan kemanusiaan. Fitnah meraja lela. Keadilan tak menjadi perisai hukum, banyak para dai yang tak faham agama. Tak faham metode dakwah.
Orang orang yang menafsir al-quran dengan kebodohannya maka mereka adalah abul fitani. Bapak fitnah. Sumber malapetaka kehidupan yang Maulanassyaikh menyebutnya: Abul Fitani.
untuk terhindar dari mara bahaya dan malapetaka itu perbanyaklah baca Hizib dalam setiap waktu dan kesempatan nincaya kita selamat dari berbagai cobaan tersebut. Carilah petunjuk Allah itu dengan memperbanyak baca Hizib Nahdlatul Wathan.
EPILOG:
- NW: Madrasah Klasikal yang menginspirasi berdirinya madrasah madrasah di NTB.
- NW: Mengajarkan untuk menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan.
- NW: Lembaga pendidikan sosial dan dakwah yang secara sanad keilmuan langsung dari Maulanassyaikh.
- NW: Model lembaga yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu umum.
- NW: Lambang kejayaan kemanusiaan dengan mengedepankan ilmu pengetahuan dan moralitas sebagai role model kemajuan bangsa dan agama.
- NW: Selalu eksis dalam berbagai terpaan badai. Badai tahun 1977/ badai 1982/ badai 1997/ badai muktamar tahun 1998 badai reformasi 1999, badai tahun 2000. badai administrasi Ke-NW-an 2014. Dan puncaknya terbelahnya ormas NW menjadi Ormas
- NWDI. Badai badai itu tetap indah dalam setiap waktu dan kesempatan nanti. Biarkan badai itu berlalu secepatnya dan pengikutnya dalam menjalankan perkhidmatan keummatan dengan kapasitas masing-masing.
والله اعلم بالصواب و إليه المرجع والمآب والله الموفق و الهادى إلى سبيل الرشاد والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
(Edisi 14 Ramadhan 1442 H/ 26 April 2021 M. SEMOGA Bermanfaat untuk kita semua.
Salam takziem
Tabii' Walar.
Abu El-roziqiena.
Sumber: Fanspage PB. Nahdlatul Wathan
Download Lagu Perjuangan NW: PBNW
STRATEGI PERJUANGAN MAULANASSYAIKH TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MADJID DALAM MENGEMBANGKAN SAYAP ORGANISASI NAHDLATUL WATHAN
EDISI MENGENANG SEJARAH KE-NW-AN BERBASIS DOKUMEN OTENTIK
MENGIRIM DAN MEMBIAYAI STUDI LANJUT KADER-KADER TERBAIK NW SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SDM DAN SEBAGAI STRATEGI PERJUANGAN MAULANASSYAIKH TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MADJID DALAM MENGEMBANGKAN SAYAP ORGANISASI NAHDLATUL WATHAN DI ERA AWAL PENDIRIANNYA.
- OLEH:
- SEKRETARIS JENDERAL PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN (H. FAHRURROZI DAHLAN. QH)
-
بسم الله وبحمده
Analisa berangkat dari Dokumen Otentik:
Gambar Foto Maulanassyaikh dalam prangko yang bergambar Presiden Soekarno yang menjelaskan identitas pribadi Maulasyyaikh TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MADJID dalam setiap transaksi pengiriman uang dan bekal kepada kader-kader yang dikirim ke Malang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Bukti Pengiriman Dana dan Subsidi Pendidikan yang dikirim langsung oleh Maulanassyaikh via Post
Salah satu strategi perjuangan Maulanassyaikh dalam mengembangkan organisasi NW pada dekade Awal berdirinya NW secara organisatoris pada tanggal 1 Maret 1953 meski secara embrional telah lahir dua madrasah di era yang berbeda.
NWDI lembaga khusus laki-laki yang lahir 1937 M di era Penjajahan Belanda kemudian NBDI lembaga khusus untuk kaum perempuan yang lahir pada tahun 1942 di Era Penjajahan Jepang.
Strategi itu adalah dengan mengirim kader-kader NW terbaik saat itu untuk menimba ilmu pengetahuan, menimba pengalaman berorganisasi di level-level nasional bahkan masuk di lembaga perguruan tinggi baik di Malang, Yogyakarta, Surabaya bahkan di Jakarta.
Kader-kader terbaik ini diharapkan dapat membantu perjuangan Maulanassyaikh nanti setelah mereka selesai menimba ilmu pengetahuan dan meraih gelar kesarjanaan.
Inilah untaian hati Maulanassyaikh kepada kader-kader yang dikirim itu, yang termuat dalam buku wasiat renungan massa halaman 146 yang tertuang dalam EMPAT untaian bait di bawah ini:
NW tetap menanam bakti
Menghidangkan makanan setiap hari
Karena itu ingatlah diri
TEMPAT MAKAN JANGAN DIBERAKI.
NW banyak mengirim orang
Keluar Daerah seperti Malang
Maksud menambah tenaga pejuang
TAPI BERTAMBAH SEMAKIN BERKURANG
Kasihan NW menanam Jasa
Bersusah payah mengumpulkan dana
Akhirnya malang malang nasibnya
UMPAN HABIS IKAN TAK KENA.
KAMI ASYIK MENANAM JASA
KARENA MENGHARAP DAPAT SARJANA
TAPI AKHIRNYA SYARRUN JAANA (شر جان)
PERES BATU NDARA' AI'NA.
Pengiriman Tenaga Pejuang ke berbagai daerah oleh Maulanassyaikh dilakukan secara bertahap sesuai dengan level dan jenjang pendidikan kader yang akan dikirim.
Kader-kader generasi awal yang dikirim Maulasyyaikh adalah kader dari alumni madrasah NWDI:
- Ust. H. Yusi Muhsin (Sekjend PB NW Pertama)
- Drs. H. Abdul Qadir Maarif (Sekjend PB NW kedua)
- TGH. AFIFIDDIN ADNAN (Ust. H. Maad Adnan)
- (Katib Aam Dewan Mustasyar PB NW)
- H. Maksum Ahmad Abdul Madjid (Sekjend PB NW)
Baru secara bergelombang Kader-kader terbaik NW dikirim kuliah ke Malang dan Jogjakarta oleh Maulanassyaikh dan dibiayai oleh Maulanassyaikh langsung, seperti:
- DRS. H.M.ZABUR AINI ABDUL MADJID
- TGH.M. FIHIRUDIN
- DRS.TGH.MUSTAMIUDDIN IBRAHIM. SH
- DRS. TGH. ABDUL HAYYI NUKMAN
- DRS. TGH. AHMAD HAMID
- DRS. H. AHMAD RIFA'I
- DRS. H. ZAINAL ARIFIN ABDUL MADJID
- DRS. H. M. SYUBLI
- DRS. H. SAM'AN HAFS
Era pengiriman kader ini sekitaran tahun 1960-an dan era tahun 1970-an.
DKk....... (perlu penelusuran lebih lanjut)
Masih banyak lagi yang lain yang dikirim oleh Maulanassyaikh untuk kedepannya menjadi pejuang NW,
Namun tidak semua kader yang dikirim itu mampu menjalankan amanah pengabdian dengan baik sesuai harapan Maulanassyaikh,
banyak diantara mereka yang lilus tidak lulus dalam berjuang bersama Maulanassyaikh:
NW Banyak mengirim orang
Keluar daerah seperti Malang
Maksud menambah tenaga pejuang
"Tapi bertambah semakin berkurang"
Tak Kalah pentingnya, pengiriman kader ulama dan pelanjut Maulanassyaikh TGKH. M. ZAM dalam aspek penguatan keagamaan.
Maulanassyaikh mengirim kader terbaik madrasah NWDI Ke madrasah Al-Shaulatiyah Makkah al-Mukarramah atau mujalasah di ulama besar di masjidil haram seperti:
- TGH. M. NAJAMUDIN MAKMUN PRAYA (Darul Ulum. Makkah)
- TGH. ZAINI ABDUL HANAN PADEMARE (ALUMNI AL-SHAULATIYAH KETIGA SETELAH MAULANASSYAIKH)
- TGH. LALU M. FAISAL KARANG LEBAH PRAYA
- TGH. KHAIRUDDIN SEKARTEJA
- TGH. KHAIRUDDIN PAOKLOMBOK
- TGH. MUHSIN MAQBUL PAOK LOMBOK (ALUMNI AL-SHAULATIYAH PERTAMA SETELAH MAULANASSYAIKH)
- TGH. M. MUAZ ABDUL HALIM PRAYA
- TGH. SYAKKAKI GUNUNG SARI
- TGH. MUSTHAFA UMAR KAPEK
- TGH.LALU ZAINAL ABIDIN ALI
Pengiriman para kader ke Makkah itu pada era tahun 1950-an sampai tahun 1960-an.
Puncaknya pengiriman kader-kader NW terbaik untuk belajar di madrasah al-Shaulatiyah Makkah pada tahun 1970-an yang saat ini tuan guru-guru tersebut telah berkhidmat untuk agama dan bangsa sesuai kapasitas mereka masing-masing.
Tentu beliau-beliau semua itu ada yang setia melanjutkan perjuangan NW ada juga mencari jalan lain dalam berjuang membangun agama nusa dan bangsa.
Itulah pembelajaran yang berharga bagi kita warga NW di manapun berada agar dapat mencontoh Maulanassyaikh TGKH. M. ZAM dalam mempersiapkan kader-kader terbaik ummat yang nantinya dapat berkiprah dalam berbagai bidang dan peluang.
Mari memperkuat semangat kejuangan kita dalam melanjutkan misi dakwah dan trilogi perjuangan NW yang diwariskan oleh pendiri NW Maulasyyaikh sesuai bakat dan minat kita masing-masing.
Kita kenang Wasiat Maulanassyaikh:
Tuntutlah ilmu sebanyak mungkin
Sampai mendapat gelar muflihin
Gelar Dunia perlu dijalin
Dengan Ajaran Rabbul alamiin.
Jaga baiklah gelar ananda
Agar ananda jangan ternoda
Pergunakan teguh selama-lamanya
Untuk agama untuk negara.
Baru saja mendapat ijazah
Menyangka diri sudah Allamah
Tidak menghirau guru dan ayah
Mencabik mudah menjahit susah.
Sekarang anakda sudah mulia
Jangan lupa pada NW nya
Agar orang jangan berkata
Lupa kacang akan kulitnya.
Yang nyata lulus aku syukurkan
Yang masih lilus aku doakan
Semoga Allah menghidayahkan
Kembali ikhlas ke Nahdlatul Wathan.
Semoga bermanfaat dan Berkah untuk kita semua
Sumber: Fanspage Nahdlatul WathanUPAYA NAHDLATUL WATHAN SEBAGAI LABORATORIUM KLINIK KESEHATAN MENTAL DAN JIWA RAGA SEMUA WARGA
LAGU SAKIL JAHIL: SENANDUNG MAULANASSYAIKH UNTUK KAUM SASAK-INDONESIA BANGKIT DARI TRIO PENYAKIT KEJAHILAN: KEJAHILAN PENDIDIKAN-KEJAHILAN SOSIAL DAN KEJAHILAN DAKWAH: UPAYA NAHDLATUL WATHAN SEBAGAI LABORATORIUM KLINIK KESEHATAN MENTAL DAN JIWA RAGA SEMUA WARGA.
- OLEH:
- SEKRETARIS JENDERAL PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN (H. FAHRURROZI DAHLAN. QH)
-
Bismillahi wa Bihamdih
Wassholatu wassalamu ala Rasulih
Wa ala Alihi wa shahbih
Waman tabiahu ila yaumi liqoi robbih.
Waba'du:
Izinkan al-Faqier mengajak para Kader Kader NW dimana saja berada untuk terus menggaungkan karya-karya ilmiah maha guru kita, Al-maghfurlah Maulanassyaikh TGKH.M.ZAINUDDIN ABDUL MADJID AL-MASYHUR.
Agar kita tidak dikatakan orang yang ketakutan kehilangan identitas dan jamaah. Agar kita juga bisa mengerti arti dari Sakit Jahil perspektif Maulanassyaikh.
al-Faqier menulis kupasan lagu sakit jahil ini, tentu berangkat dari kejahilan al-Faqier yang secara makna teks yang paling tahu makna haqiqi dari teks lagu ini adalah penyusunnya sendiri.
Pembaca hanya bisa membaca dan menganalisa aspek-aspek yang ada relevansinya dengan pendekatan Historis, pendekatan sosiologis, pendekatan antropologis tentang teks itu berdialog tentang Apa, dengan Siapa, Dimana, Kapan, untuk Apa?
Tentu interpretasi pembaca akan dipengaruhi oleh latar Akademik dan latar historisnya sendiri.
Terlepas dari itu, mari KITA BUKTIKAN BAHWA KITA TIDAK TAKUT AKAN EKSISTENSI KE-NW-AN KITA dalam segala dinamikanya.
Ayooo kita bersenandung dan melagukan syair Inspiratif SAKIL JAHIL:
SATU. DUA. TIGA.....MULAI.
| Sakit Jahil nde' narak oatneSakit jahil tak ada obatnya | Sakit Jahil nde' narak oatneSakit jahil tak ada obatnya | |
| Selainan si' te beguru ngajiSelain kita belajar ngaji | Selainan si' te beguru ngajiSelain kita belajar ngaji | 2x |
| Semeton Jari si' masih sakit | Semeton Jari si' masih sakit | |
| Te pade beroaat le' Nahdlatul Wathan | Agente selamat era' le' akhirat | |
| Te pade beroat le' Nahdlatul Banat | Agente selamet era' le' akhirat | |
| Pade ngaji le' Nahdlatul Wathan | Pade ngaji lek Nahdlatul Banat | |
| Bilang jelo nde' te mele telat | Bilang jelo nde' te mele telat | 2x |
| Rungu' dirikte sampun masih sehat | Rungu' dirikte sampun masih sehat | |
| Tebeguru ngaji le' Nahdlatul Wathan | Agen nde' te nyesel era' le'' akhirat | |
| Tebeguru ngaji le' Nahdaltul Banat | Agen nde' nyesel era' le' akhirat. | |
| TERJEMAHAN VERSI INDONESIA (Dapat dilagukan seperti versi teks aslinya) |
||
| Sakit jahil tak ada obatnya | Sakit jahil tak ada obatnya | |
| Selain kita belajar ngaji | Selain kita belajar ngaji | 2x |
| Saudaraku yang masih sakit | Saudaraku yang masih sakit | |
| Marilah berobat di Nahdlatul Wathan | Agarlah selamat kelak di akhirat | |
| Marilah berobat di Nahdlatul Banat | Agarlah selamat kelak di akhirat | |
| Marilah ngaji di Nahdlatul Wathan | Marilah ngaji di Nahdlatul Banat | |
| Setiap hari jangan terlambat | Setiap hari jangan terlambat | 2x |
| Urus diri mumpung masih sehat | Urus diri mumpung masih sehat | |
| Belajar mengaji di Nahdlatul Wathan | Agar tak menyesal kelak di akhirat | |
| Belajar mengaji di Nahdlatul Banat | Agar tak menyesal kelak di akhirat | |
PROLOG
Sakit jahil adalah terminologi khas Maulanassyaikh untuk menyebut siapa saja yang tak mau belajar agama dan tak mau memahami diri sendiri dan orang lain.
Sakit jahil maknanya sangat mendalam dimana orang yang jahil, orang yang tak ngerti agama, tak mengerti arti perjuangan, tak menghargai jasa orang lain adalah penyakit yang menimpa orang pintar orang cerdas namun jahil untuk menghargai jasa guru dan ibu bapaknya.
Sakit dan jahil sesuatu yang berbeda dalam banyak hal. Sakit bisa jadi sakit jasmani, Sakit Rohani, Sakit Fisik, Sakit Perasaan. Jahil ilmu jahil pengalaman, Jahil kesejahteraan sosial, Jahil keadilan, Jahil kesetaraan,
Sakit jahil adalah penyakit yang berat yang harus ditangani dengan pendidikan keguruan dan pendidikan kepesantrenan.
A. HOSTORISITAS LAGU SAKIT JAHIL
Lagu ini ditulis oleh Maulanassyaikh sekitar tahun 1960-an yang esensinya membangkitkan semangat pendidikan anak bangsa, pendidikan anak Sasak Indonesia.
Sasak Indonesia terindikasi masih sangat terbelakang dari aspek pendidikan, maka Maulanassyaikh memberikan ruang dan kesempatan untuk maju dan bangkit melawan kejahiliahan.
Lagu ini salah satu lagu yang sangat dipopulerkan oleh Maulanassyaikh bahkan beliau ajarkan langsung note dan intonasi lagu sakit jahil ini.
Syahdan! Suatu saat ada yang melagukan lagu sakit jahil ini dan menurut Maulanassyaikh kurang tepat dari segi bahasa.
Beliau menegur dengan redaksi:
Sakit jahil endekne arak oaten. Sakit jahil deknarak watne. Sakit jahil endekne arak owatne.
Sampai segitunya Maulanassyaikh mengajarkan kita semua di MDQH dulu dan lagu ini menjadi lagu yang sangat memberikan motivasi kepada seluruh elemen masyarakat untuk bangkit dari keterbelakangan pendidikan.
B. NILAI KEISLAMAN DALAM LAGU SAKIT JAHIL
Beguru Ngaji: adalah konsep tarbiyah wa ta'lim
Belajar ilmu agama adalah belajar memahami agama dengan baik dan benar.
Belajar Ngaji bagian yang sangat inheren dengan ibadah mahdhoh, ibadah pokok yang harus dilalui dan ditempuh oleh semua insan:
طلب العلم فريضة على كل مسلم و مسلمة
اطلبوا العلم من المهد الى اللحد
Beguru ngaji adalah wujud implementasi dari hadis nabi di atas. Beroat Le' Nahdltul Wathan: Berajah ngaji, beguru ngaji, dan beroat le' lembaga pendidikan agama di NW.
C. NILAI KEBANGSAAN DALAM LAGU SAKIT JAHIL
Bilang jelo endekte mele telat:Bait itu memberikan gambaran akan keberhasilan suatu bangsa harus dimulai dari semangat untuk maju bersama, semangat pantang mundur, semangat untuk tidak boleh lengah dan tak boleh terlambat dalam menangkap moment dan kesempatan.
Endek mele telat: adalah konsep kedisiplinan dalam aspek kehidupan, khususnya aspek keagamaan-aspek pendidikan keagamaan yang kemudian menjadi ungkapan khas Maulanassyaikh: Sakit Jahil, Beguru ngaji, Tepade beroat, Rungu' dirikte sampun masih sehat.
Siapkan diri, mantapkan diri, urus diri mumpung masih ada kesempatan dan kesehatan sebagai motivasi kebangsaan untuk tetap mempergunakan masa sehat sebelum masa sakit. Masa kesempatan sebelum masa kesempitan.
NW dan Bangsa adalah paduan tarikan nafas perjuangan menuju keberhasilan keduniaan dan keakhiratan.
D. NILAI KEUMMATAN DALAM LAGU SAKIT JAHIL
NW: adalah laboratorium klinik kesehatan untuk setiap warga agar terhindar dari penyakit sakit jahil.
NW adalah obat yang mujarrab untuk menghilangkan segala penyakit kemanusiaan. NW yang oleh Maulanassyaikh menyebutnya sebagai Tepade beroat lek Nahdlatul Wathan - Agente selamet lemak lek akhirat.
Nahdlatul Wathan sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang Pendidikan Sosial dan Dakwah membuktikan eksistensinya sebagai wadah yang menampung hajat hidup kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Maka NW harus terus eksis dan kontributif dalam mengayomi keBhinekaan, ke-nkri-an dan persatuan kesatuan Bangsa.
EPILOG:
- NW: Pembasmi Penyakit akut masyarakat sakit jahil.
- NW: Klinik Kesehatan bagi siapa saja yang merasa Sakit.
- NW: Juru selamat bagi siapa saja yang sakit jahil.
- NBDI: Perawat kesehatan kaum perempuan untuk kemajuan agama bangsa dan negara.
- NWDI: Perawat kesehatan dan kesejahteraan kaum laki-laki untuk kemajuan agama bangsa dan negara.
- NW: Motivator kebaikan dunia dan akhirat.
- NW: Penyembuh segala penyakit bathiniyyah bahkan penyakit lahiriyyah.
Itulah sekelumit makna yang tersirat dalam bait syair sakit jahil karya orisinalitas Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Al-Anfanany Al-Mashur.
والله اعلم بالصواب
والله الموفق و الهادى إلى سبيل الرشاد
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
(Edisi 10 RAMADHAN 1442 H/ KAMIS 22 APRIL 2021 M- PENGUATAN KE-NW-AN UNTUK WARGA NW).
ABI EL-ROZIQIENA.
Download Lagu Perjuangan: Sakit Jahil
HAYYA GANU NASYIDANA: PANGGILAN KOLEKTIF UNTUK BERSAMA MAULANASYAIKH DALAM PERJUANGAN NW
يا فتى ساسك
HAYYA GANU NASYIDANA: PANGGILAN KOLEKTIF UNTUK BERSAMA MAULANASYAIKH DALAM PERJUANGAN NW: AYO PEMUDA SASAK BANGKIT - LAGU HEROIK KARYA MAULANASSYAIKH TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID.
Silaturahmi ke PDNW Kutai Timur

Imsakiyah Ramadhan 1438 Kecamatan Tenggarong Seberang
Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur (PWNW Kaltim) Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur (PWNW Kaltim) Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur (PWNW Kaltim) Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur (PWNW Kaltim) Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur (PWNW Kaltim)






